Kamis, 06 Maret 2014

TRIK BERMAIN FINGERBOARD



Jari jemari Emil dan Putra tampak cekatan memainkan sebuah benda kecil yang bentuknya sama persis dengan skateboard di kompleks Lumban Tirta.  Fingerboard biasa mereka menyebutnya, adalah miniatur dari skateboard dan belakangan mulai menjadi tren di kalangan anak muda Palembang yang biasa kongko di kawasan itu setiap Sabtu petang.
    Putra baru mengenal Fingerboard beberapa bulan belakangan dari temannya. “Karena bentuknya kecil jadi memainkannya cukup sulit. Tetapi teknik dan cara bermainnya sama saja dengan skateboard biasa hanya ukurannya yang sangat mini,” ujarnya kepada koran ini.
    Ia menuturkan, cara bermainnya pun sama seperti skateboard biasa. Hanya saja kalau skateboard ditumpangi dengan kedua kaki, sementara Fingerboard menggunakan dua jari saja yakni jari telunjuk dan tengah. Kedua jari inilah yang berfungsi menjalankan Fingerboard layaknya seperti menjalankan skateboard.
    Praktisnya, medan bermain Fingerboard bisa dimana saja. Yang penting, katanya, landasannya harus rata dan berbidang lurus. “Kami biasa memainkannya di atas meja dalam kelas. Apalagi sewaktu jam pelajaran kosong,” ujarnya seraya menambahkan jika ia memainkannya banyak teman-teman sekelasnya yang menonton.
    Sebenarnya, fingerboard pun menggunakan skatepark dan obstacle, atau halangan layaknya skateboard biasa. Namun, lagi-lagi ukurannya juga mini. Misalnya rail (sejenis besi/pipa panjang untuk meluncur), mini ramp (media luncur berbentuk lahan miring), quarter pipe (mini ramp dalam bentuk setengah), tangga, atau banks (sejenis balok kayu persegi).
      Tapi jika tidak ada, halangan apapun juga bisa digunakan. Mulai dari buku, meja, hingga tangga pun tak luput dari perhatian. Dalam skateboard sendiri hal itu disebut streetstyle.
    Serupa dengan permainan skateboard pada umumnya, bermain fingerboard juga memiliki trik yang hampir sama. Ia mengatakan, trik-trik seperti Ollie, Nollie, Switc, Fakie, juga digunakan di fingerboard. Kemudian ada Flip dengan jenis Treflip Kickflip. Ada juga Sliding dan Grinding.
    Untuk ukurannya, rekan Putra lainnya, Emil menjelaskan fingerboard memiliki ukuran yang disesuaikan dengan ukuran jari manusia. Panjangnya sekitar 10 cm dengan lebar bervariasi tergantung jenisnya. Ukuran lebar standard, sekitar 2,7cm – 3cm. Lalu soal harga  pun cukup beragam.
    “Kalau yang punya kami harganya Rp100 ribu dengan bahan plastik. Tetapi ada yang lebih mahal lagi karena bahannya lebih bagus dan ketahanannya lebih teruji,” jelas Emil. Kalau yang harganya mahal, ia menambahkan, bahannya dari plywood dan bisa mencapai lebih dari setengah juta rupiah. Tapi masalah harga kembali lagi kepada merek dan kualitas bahannya.    Meski demikian fingerboard menjadi satu alternatif hobi bagi anak muda pencinta skateboard tanpa harus cedera fisik


Jari jemari Emil dan Putra tampak cekatan memainkan sebuah benda kecil yang bentuknya sama persis dengan skateboard di kompleks Lumban Tirta.  Fingerboard biasa mereka menyebutnya, adalah miniatur dari skateboard dan belakangan mulai menjadi tren di kalangan anak muda Palembang yang biasa kongko di kawasan itu setiap Sabtu petang.
    Putra baru mengenal Fingerboard beberapa bulan belakangan dari temannya. “Karena bentuknya kecil jadi memainkannya cukup sulit. Tetapi teknik dan cara bermainnya sama saja dengan skateboard biasa hanya ukurannya yang sangat mini,” ujarnya kepada koran ini.
    Ia menuturkan, cara bermainnya pun sama seperti skateboard biasa. Hanya saja kalau skateboard ditumpangi dengan kedua kaki, sementara Fingerboard menggunakan dua jari saja yakni jari telunjuk dan tengah. Kedua jari inilah yang berfungsi menjalankan Fingerboard layaknya seperti menjalankan skateboard.
    Praktisnya, medan bermain Fingerboard bisa dimana saja. Yang penting, katanya, landasannya harus rata dan berbidang lurus. “Kami biasa memainkannya di atas meja dalam kelas. Apalagi sewaktu jam pelajaran kosong,” ujarnya seraya menambahkan jika ia memainkannya banyak teman-teman sekelasnya yang menonton.
    Sebenarnya, fingerboard pun menggunakan skatepark dan obstacle, atau halangan layaknya skateboard biasa. Namun, lagi-lagi ukurannya juga mini. Misalnya rail (sejenis besi/pipa panjang untuk meluncur), mini ramp (media luncur berbentuk lahan miring), quarter pipe (mini ramp dalam bentuk setengah), tangga, atau banks (sejenis balok kayu persegi).
      Tapi jika tidak ada, halangan apapun juga bisa digunakan. Mulai dari buku, meja, hingga tangga pun tak luput dari perhatian. Dalam skateboard sendiri hal itu disebut streetstyle.
    Serupa dengan permainan skateboard pada umumnya, bermain fingerboard juga memiliki trik yang hampir sama. Ia mengatakan, trik-trik seperti Ollie, Nollie, Switc, Fakie, juga digunakan di fingerboard. Kemudian ada Flip dengan jenis Treflip Kickflip. Ada juga Sliding dan Grinding.
    Untuk ukurannya, rekan Putra lainnya, Emil menjelaskan fingerboard memiliki ukuran yang disesuaikan dengan ukuran jari manusia. Panjangnya sekitar 10 cm dengan lebar bervariasi tergantung jenisnya. Ukuran lebar standard, sekitar 2,7cm – 3cm. Lalu soal harga  pun cukup beragam.
    “Kalau yang punya kami harganya Rp100 ribu dengan bahan plastik. Tetapi ada yang lebih mahal lagi karena bahannya lebih bagus dan ketahanannya lebih teruji,” jelas Emil. Kalau yang harganya mahal, ia menambahkan, bahannya dari plywood dan bisa mencapai lebih dari setengah juta rupiah. Tapi masalah harga kembali lagi kepada merek dan kualitas bahannya.    Meski demikian fingerboard menjadi satu alternatif hobi bagi anak muda pencinta skateboard tanpa harus cedera fisik

WILD FINGERS 2 Fingerboard Competition

   Kali ini lovenhate skateboards mengadakan kembali event kompetisi fingerboard yang kedua yaitu WILD FINGERS 2 pada tanggal 28 november 2010 di LH Skateshop.
   Yang lain dari WF2 ini yaitu lovenhate skateboards dengan mengenalkan label tim bentukan barunya yaitu wildwood fingerboards dan maxwell ramps. Arena yang digunakan total maxwell ramps dengan susunan park yang lebih bagus dibandingkan WF1, yaitu lebih memperhatikan running putaran dari para rider untuk melakukan trik.
   Pertandingan kali ini diadakan di depan LH Skateshop dan diseting sederhana  tanpa ada proyektor visualisasi dibanding WF1. Peserta dari WF2 ini tidak terlampau banyak yaitu hanya 17 orang, jenis yang dilombakan ada full park run (street), Game Of SKATE, dan best trick. Banyak muka-muka lama yang masih eksis di lomba ini namun ada juga peserta baru yang mau berani berhadapan dengan para juara WF1 yaitu Wahab, dan Obin tapi si Nito pemenang GOS WF1 tidak ikutan kali ini. Dari full park run (street) dari awal hingga akhir menunjukan running yang bagus dan skill yang ditampilkan peserta hingga mendapatkan 6 finalis dari 17 peserta yaitu Bem,Yayan, Adit Krisna, Nando, Bagus,... yang kemudian dimenangkan Adit Krisna. Pertandingan kedua ada game of skate, kali ini peserta berhadapan satu lawan satu tapi ada juga yang ganjil 3 orang langsung berhadapan. Pertandingan semakin seru ketika si Yayan terus eksis menunjukan trik ampuhnya hospital flip saat semifinal melawan Michael Tony, dan final melawan Bem si Yayan terus mengeluarkan trik-triknya untuk mengimbangi permainan dari si Bem dengan trik double flip andalannya hingga akhirnya si Yayan memenangkan pertandingan GOS. Di pertandingan terakhir ada best trick, dimana tiap peserta mendapatkan 5 kali jatah untuk melakukan trik terbaiknya di alat eurogap. Dari awal hingga akhir ada 6 orang yang mendapatkan trik andalannya dan si Bem yang kemudian mengeluarkan kombo trik nose grind,five o, tail blunt, landing to 180 out.

The Winner Wild Fingers 2 :
The Winner Full Park Run / Street : Adit Krisna
The WinnerGame Of SKATE          : Yayan
The Winner Best Trick                    : Bem